Kamis, 07 Juli 2011

0 komentar

FISIOLOGI MIKROBA
(Metabolisme Mikroba)
A. Fisiologi umum
o Secara umum, organisme mikroskopis pada tingkatan seluler memiliki metabolisme seperti pada umumnya sel eukaryotik maupun prokariyotik.
o Perbedaan terletak pada cara memperoleh nutrisi, dan cara hidup yang akan berpengaruh terhadap kemampuan metabolit yang khas untuk setiap jenis mikroba.
o Lingkungan tempat hidup (habitat) juga berpengaruh terhadap kemampuan metabolisme suatu mikroba.
B. NUTRISI BAKTERI
o Bakteri heterotrof: bakteri yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Kebutuhan makanan tergantung dari mahluk lain. Bakteri saprofit dan bakteri parasit tergolong bakteri heterotrof.
o Bakteri autotrof bakteri yang dapat mensistesis makannya sendiri : (1) bakteri foto autotrof dan (2) bakteri kemoautotrof.
o Bakteri aerob: memerlukan O2 bebas untuk kegiatan respirasinya
o Bakteri anaerob : tidak memerlukan O2 bebas untu kegiatan
respirasinya.
C. PERTUMBUHAN BAKTERI
Dipengaruhi oleh beberapa faktor :
 Temperatur, umumnya bakteri tumbuh baik pada suhu antara 25 - 35 derajat C.
 Kelmbaban, lingkungan lembab dan tingginya kadar air sangat menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri
 Sinar Matahari, sinar ultraviolet yang terkandung dalam sinar matahari dapat mematikan bakteri.
 Zat kimia, antibiotik, logam berat dan senyawa-senyawa kimia tertentu dapat menghambat bahkan mematikan bakteri.
D. NUTRISI FUNGI
o Heterotrof ; bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit
o Fungi menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen
o Fungi bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya
E. NUTRISI
o Karbon : diperoleh dari metanol atau etanol, gliserol, asam lemak, asam amino, glukosa. Sumber karbon dapat berupa karbohidrat, lemak, protein
o Karbohidrat
 Karbohidrat dapat diperoleh dari glukosa, sukrosa, fruktosa, trehalosa.
 Tepung: digunakan pada kondisi di alam, terutama pada jamur yang menyerang biji-bijian.
 Selulosa dan lignin: pada jamur yang mendegradasi lignin pada kayu.
 Glikogen: pada kultur buatan.
 Kitin: pada jamur yang menyerangjaringan insekta atau krustacea.
o Lemak
 Sumber: biji yang mengandung minyak, minyak, mentega.
o Protein dan asam amino
 Digunakan sebagai sumber nitrogen. Pada fungi penyebab penyakit kulit.
o Nitrogen
 Nitrogen :diperoleh dari nitrat, asam amino, amonium.
 Jumlah yang diperlukan lebih sedikit daripada karbohidrat
 Secara fisiologi, terdapat 4 kelompok jamur:
1. Jamur yang mampu memfiksasi nitrogen.
2. Jamur yang tidak mampu memfiksasi nitrogen tetapi menggunakan nitrat, garam amonium atau nitrogen organic.
3. Jamur yang mampu menggunakan ammonium
4. Jamur yang menggunakan nitrogen organik
F. Kebutuhan mineral
o Fosfor
 Sumber Potasium fosfat, Sodium fosfat
o Potasium
 Penting untuk nutrisi dan sporulasi, jumlah yang diperlukan sedikit
 Sumber: Potasium nitrat atau potassium fosfat.
o Magnesium
 Jumlah yang diperlukan sedikit tetapi penting untuk sporulasi. Sumber: Magnesium sulfat
o Sulfur
 Diperlukan dalam jumlah yang lebih kecil dari Magnesium.
 Sumber: Magnesium sulfat, sulfite, sulfidril.
o Kalsium
 Tidak esensial diperlukan pada jamur.
 Sumber: kalsium karbonat.
o Seng
 Penting untuk pertumbuhan dan menghasilkan warna.
o Besi dalam bentuk Fe3+, untuk pigmentasi
G. Kondisi lingkungan yang diperlukan untuk pertumbuhan fungi
o Suhu
 Berdasarkan toleransi terhadap suhu lingkungan, fungi dibagi menjadi 3 kategori
 Psikrofil : menyukai suhu dingin
Hanya sebagian kecil spesies fungi yang psikrofilik dengan kemampuan untuk tumbuh pada atau di bawah 0oC dan suhu maksimum 20oC. Contoh: Cladosporium herbarum, Thamnidium elegans.
 Mesofil : tumbuh pada suhu yang sedang
Sebagian besar fungi adalah mesofilik (10-35oC), suhu optimal 20-35oC. Fungi dapat tumbuh baik pada suhu ruangan (22-25oC)
 Termofil : menyukai suhu yang panas
Hanya sekitar 100 spesies fungi adalah termofilik, dengan suhu minimum 20oC, suhu optimum 40oC dan suhu maksimum 50-60oC. Contoh: Aspergillus fumigatus (12-55oC)
 Suhu dapat mempengaruhi: Pertumbuhan miselia, Sporulasi, Kematian (akibat suhu tinggi atau rendah),dan Zonasi
o pH
 Sebagian besar fungi mampu tumbuh pada kisaran pH 4,0-8,5 atau kadang-kadang 3,0-9,0, bahkan beberapa jenis spesies fungi mampu tumbuh pada pH 5,0-7,0.
 Beberapa spesies fungi sangat toleran terhadap asam. Contoh: Aspergillus, Penicillium, Fusarium spp. dapat tumbuh sampai pH 2,0 dengan pH optimum pada kultur media 5,0-7,0.
o Aerasi
 Sebagian besar spesies fungi adalah aerob, membutuhkan oksigen untuk siklus hidupnya.
 Terdapat 4 macam kelompok fungi berdasarkan tipe aerasinya:
 Obligat aerob
Pertumbuhan fungi terhambat jika tekanan oksigen berkurang di bawah tekanan udara. Contoh: Armillaria melea.
 Fakultatif aerob
Mampu tumbuh pada kondisi aerob tetapi juga dapat tumbuh tanpa oksigen dengan memfermentasikan gula. Contoh: Fusarium oxysporum, Mucor hiemalis, Aspergillus fumigatus.
 Fermentatif obligat
Fungi mampu tumbuh dengan atau tanpa oksigen tetapi selalu dengan cara fermentasi. Contoh: fungi akuatik (Aqualinderella fermentans, Blastocladiella ramosa).
 Obligat anaerob
Sel-sel somatik akan mati jika terkena oksigen. Contoh: Neocallimastix spp.
 Aerasi dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur dalam hal: konsentrasi oksigen, konsentrasi karbon dioksida, Konsentrasi ion hydrogen
o Air
 Semua fungi membutuhkan air untuk difusi nutrien ke dalam sel-sel dan untuk membebaskan ensim ekstraseluler, dan mempertahankan sitoplasmanya. Ketersediaan air dinyatakan sebagai suatu kelembaban relatif (RH). RH 70% adalah batas paling bawah bagi fungi untuk dapat tumbuh, meskipun Xeromyces bisporus, Ascomycota dapat tumbuh pada lingkungan dengan RH 61-62%.
 Air mempengaruhi pertumbuhan jamur dalam hal: Kelembaban yang dibutuhkan jamur, Resistensi terhadap kekeringan, Kelembaban untuk sporulasi, Pengaruh dispersal/pelepasan spora
o Cahaya
 Cahaya dengan panjang gelombang 380-720 nm tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan somatik meskipun dapat menyebabkan zonasi pada media agar dan pertumbuhan yang menyebar. Cahaya mempengaruhi reproduksi. Stimulus cahaya yang diberikan pada saat awal pertumbuhan dapat menyebabkan perubahan fisiologis pada hifa à terjadi melanisasi yang disebabkan oleh ensim fenol oksidase yang pada awalnya terikat pada membran hifa tetapi dengan adanya cahaya terlepas dari hifa dan terdeteksi dari ekstrak hifa.
 Cahaya mempengaruhi jamur dalam hal: Laju pertumbuhan, Warna dan bentuk, Sporulasi dan pelepasan spora, Zonasi (gelap dan terang), dan Efek toksik dari radiasi
H. Metabolisme mikroba
o Mikroba memiliki kemampuan metabolisme dasar dalam menguraikan bahan-bahan nutrisi utama yang mengikuti proses biokimia sel pada umumnya.
o Jalur metabolisme mengikuti jalur penguraian (katabolisme) dan jalur biosintesi (anabolisme)
o Metabolisme secara umum mengikuti metabolisme nutrien yang diperlukan sel, meliputi metabolisme karbohidrat, protein, lipid, asam nukleat, nitrogen, dan senyawa lainnya.
o MKemampuan mikroba dalam menguraikan substrat tertentu dalam metabolismenya umumnya menjadi ciri khas dari suatu golongan mikroba yang dapat di manfaatkan.
o Metabolit sekunder merupakan sisa metabolisme mikroba yang tumbuh pada substrat tertentu. Metabolit sekunder ini umumnya tidak digunakan oleh mikroba, tetapi dapat bermanfaat bagi lingkungan atau kepentingan lainnya; seperti produksi antimikroba,
o Kemampuan metabolit khas tersebut didukung oleh produksi enzim dari sel yang mendukung metabolisme.
I. Pertumbuhan mikroba
o Pertumbuhan (mikrobiologi) : pertambahan volume sel, karena adanya pertambahan protoplasma dan senyawa asam nukleat yang melibatkan sintesis DNA dan pembelahan mitosis.
o Secara umum mikroba mengikuti pola kurva pertumbuhan yang terdiri atas ; 1. fase lag; 2. fase akselerasi; 3. fase eksponensial; 4. fase deselerasi; 5. fase stasioner; dan 6. fase kematian dipercepat
o Kurva pertimbuhan umumnya menggambarkan pertumbuhan mikroba beserta faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan (misal ; temperatur, pH, dll)
J. Pola Pertumbuhan sel
• Fase Lag : fase penyesuaian sel-sel dengan lingkungan, pembentukan enzim-enzim untuk menguraikan substrat
• Fase Akselerasi : sel-sel mulai membelah / fase aktif
• Fase Eksponensial : fase perbanyakan jumlah sel yang sangat banyak dan peningkatan aktifitas sel,
• Fase Deselarasi : sel-sel mulai kurang aktif membelah
• Fase Stasioner : jumlah pertambahan sel dan kematian sel relatif seimbang
• Fase kematian dipercepat : Jumlah sel yang mati / tidak aktif lebih banyak dari pada sel-sel yang masih hidup
K. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroba
o Substrat
o Temperatur
o pH
o Bahan kimia lainnya
L. Reproduksi Mikroba
o Bakteri : aseksual, pembelahan sel
o Fungi : aseksual (fase anamorf) dan seksual (fase teleomorf)
Faktor ekologis mikroba
I. Habitat
 Mikroba dapat hidup dimana saja (kosmopolitan), tergantung kemampuan jenisnya. Keberadaan berbagai jenis mikroba tersebut menciptakan hubungan ekologis (menguntungkan, merugikan, komensal, dll) antar mikroba maupun mikroba dengan organisme makro lainnya.
 Mikroba (bakteri, fungi) yang secara normal memiliki habitat di dalam tubuh organisme lainnya disebut sebagai mikroba “flora normal”
 Mikroba penyebab penyakit : mikroba patogen
II. Adaptasi Mikroba dengan lingkungan
 Bakteri sebagai organisme prokariyotik lebih mudah beradaptasi di habitatnya dengan melakukan mutasi. Misalnya; Resistensi dan keganasan bakteri strain baru yang merupakan mutan dari tetuanya.
 Bakteri dan Fungi-fungi jenis tertentu umumnya memiliki kemampuan adaptasi fisiologis terhadap lingkungannya, misal :
1. bakteri dan fungi termofil, mesofil, psikrofil (beradaptasi dengan suhu panas, sedang, rendah);
2. Bakteri dan fungi basofil, asidofil, netrofil (pH tinggi, rendah, netral);
3. bakteri dan fungi aerob, anaerob (perlu O2 bebas, tidak perlu O2 bebas);
4. Fungi xerofilik (dpt hidup di lingkungan kering),
5. Fungi halofilik (dpt hidup di lingkungan berkadar garam tinggi), osmofilik (dpt hidup pd substrat berkadar gula tinggi)
 Contoh
1. Bakteri aerob : Azotobacter (A. chroococcum ; hidup bebas ditanah sbg pengikat N2); Rhizobium (R. leguminosorum : pengikat N2 bersimbiosis dengan akar kacang-kacangan dalam bintil akar)
2. Bakteri anaerob : Clostridium (C. pasteurianum: habitat di tanah, pengikat N2 bebas, C. botulinum ; menghasilkan racun, saproba padamakanan, C. tetani; penyebab tetanus);
III. Adaptasi mikroba
 Hubungan fungi dengan habitatnya juga tergambar dengan munculnya istilah sbb :
 Mikorrhiza : asosiasi simbiotik yang saling menguntungkan antara fungi dengan tumbuhan inangnya.
 Fungi pirofil : fungi yang ditemukan setelah kebakaran ekosistem alam
 Fungi entomofil : fungi yang selalu dapat diisolasi dari serangga, terutama serangga mati
 Fungi koprofil : hidup di kotoran hewan
IV. Mikorrhiza
 Habitat fungi : akar tanaman
 Jenis asosiasi : simbiosis mutualisme
 Fungi mendapat karbohidrat dan vitamin dari tumbuhan; dengan adanya fungi mikorrhiza, tumbuhan menjadi lebih mudah mendapat nutrisi dari tanah (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dll) dan lebih toleran terhadap kekeringan dan pH tinggi.
 Macam : ektomikorrhiza dan endomikorrhiza
V. Bioremidiasi
 Bioremidiasi : penggunaan organisme untuk membersihkan lingkungan yang tercemar polutan.
 Mikroorganisme mulai banyak diteliti kemampuan metabolismenya untuk dimanfaatkan sebagai agen pembersih lingkungan tercemar.
 Macam : biostimulasi, bioaugmentasi, dll



Faktor Lingkungan yang Berpengaruh terhadap Mikroba
A. Faktor Lingkungan
Mikroba secara umum memerlukan kondisi lingkungan yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakannya secara optimal.
Faktor lingkungan tersebut meliputi : ketersediaan nutrisi pada substrat, kelembaban, oksigen, temperatur, pH, sinar, bahan kimia lainnya.
B. Pengaruh manipulasi lingkungan
Manipulasi / perlakuan khusus terhadap faktor lingkungan dapat dimanfaatkan untuk memperlakukan mikroba tersebut sesuai peranannya.
Mikroba penghasil metabolit tertentu yang dimanfaatkan metabolit sekundernya dapat dioptimalkan pertumbuhannya dengan memberikan nutrisi terbaik pada substrat dan mengkondisikan pada lingkungan yang terbaik untuk mendukung pertumbuhannnya.
Mikroba patogen juga dapat dihambat pertumbuhannya atau dimatikan dengan memberikan kondisi lingkungan tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan hingga merusak dan mematikan selnya.
C. Penghambatan Pertumbuhan
Bakteri umumnya akan mati dengan penyinaran sinar UV dan Pemanasan pada temperatur tertentu.
Bahan-bahan kimia tertentu baik hasil metabolit alami maupun bahan kimia buatan seperti alkohol, deterjen, sabun, dll dapat membunuh kebanyakan mikroba.
Usaha penghambatan mikroba memunculkan istilah seperti antibiotik, antifungi, bakteriostatik, fungistatik, desinfektan, desinfeksi, sterilisasi, dll.
Pengenalan beberapa Teknik Dasar Mikrobiologi
A. Materi
Pengenalan Teknik dasar kultur Mikroba :
 Sterilisasi, Desinfeksi
 Pewarnaan Mikroba
 Kultur mikroba : medium biakan, isolasi mikroba, identifikasi dan determinasi mikroba (pengenalan koloni dan determinasi morfologi kultur mikroba)
B. Sterilisasi dan Desinfeksi
 Sterilisasi : proses fisik, mekanik, biologi dan kimiawi dalam usaha untuk membunuh mikroba (pada peralatan dan bahan tertentu).
 Steril : kondisi yang diharapkan tidak terdapat mikroba (pada bahan dan peralatan
 Desinfeksi : usaha untuk menghancurkan mikroba tertentu (patogen) / usaha pencegahan terhadap terjadinya infeksi
C. Metode Umum Sterilisasi
Sterilisasi dapat dilakukan secara :
 Fisik èdengan pemanasan, pembekuan, pengeringan, radiasi, liofilisasi.
 Sterilisasi Panas :
o Sterilisasi panas kering : Pembakaran langsung (incenerasi), pemanasan dengan udara panas (misal : dengan cara di-oven)
o Sterilisasi panas basah : penggunaan uap air bertekanan (misal: dengan autoklaf/otoklaf), perebusan (merebus alat/bahan dengan air), sterilisasi fraksi / sterilisasi intermitten / tyndalisasi (mendidihkan alat/bahan dengan singkat pada suhu 100ºC selama beberapa menit, kemudian didiamkan sehari dan dipanaskan lagi, demikian seterusnya selama 3 hari), Pasteurisasi, sterilisasi dengan minyak panas (hot oil)
 Sterilisasi dengan Pembekuan.
 Sterilisasi dengan Pengeringan (desinfeksi).
 Sterilisasi dengan radiasi : Radiasi sinar UV, radiasi sinar X, radiasi sinar gamma, radiasi sinar katoda.
 Setrilisasi dengan Filtrasi
 Sterilisasi dengan Vibrasi ultrasonik, Triturasi (proses pelumatan), dan agitasi (prosespengguncangan)
 Liofilisasi (dehidrasi)
 Kimiawiè dengan penggunaan antiseptik, desinfektan.
 Penggunaan Antiseptik dan desinfektan
 Biologiè dengan antibiotik
 Antibiotik
D. Pewarnaan Mikroba
 Tujuan : mempermudah pengamatan struktur sel mikroba yang umumnya bersifat transparan/semitransparan.
 Macam pewarnaan :
 Berdasarkan zat warnanya :
a. pewarna basa à pewarnaan positif (yang diwarnai mikroba-nya),
b. pewarna asam àpewarnaan negatif (yang diwarnai bukan mikrobanya, tetapi latar belakang sediaan mikroba)
 Berdasarkan tujuannya :
a. pewarnaan khusus à bertujuan untuk melihat salah satu struktur sel,
b. pewarnaan diferensial à bertujuan untuk memilahkan mikroorganisme
E. Pewarnaan mikroba (lanjutan)
 beberapa contoh metode / cara pewarnaan mikroba :
 pewarnaan sederhana,
 pewarnaan negatif,
 pewarnaan diferensial : contoh :
a. pewarnaan gramà hasil : bakteri gram positif = berwarna ungu setelah pewarnaan gram, bakteri gram negatif = berwarna merah setelah pewarnaan gram,
b. b. pewarnaan Ziehl-Neelsen / pewarnaan acid-fast à hasil : bakteri tahan asam = berwarna merah setelah pewarnaan acid fast, bakteri tidak tahan asam = bewarna biru setelah pewarnaan acid-fast
F. Kultur Mikroba
 Tujuan : menumbuhkan mikroba pada media biakan buatan.
 Media biakan mikroba : media cair, padat, atau semi padat yang terdiri atas campuran nutrisi / zat-zat hara yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba
 Penggolongan medium biakan :
o berdasarkan konsistensinya : medium cair, padat, semi padat;
o berdasarkan susunan kimianya : sintetik, non sintetik, semi sintetik, organik, anorganik,
o berdasarkan fungsinya : medium selektif, diferensial, eksklusif, penguji, diperkaya, khusus, persemaian (nutrien media), serbaguna
G. Pembuatan Medium Biakan
 Tahapan : 1. mencampur bahan (tergantung media jenis media), 2. menyaring (untuk medium yang perlu penyaringan), 3. pengaturan pH, 4. memasukkan media ke dalam wadah tertentu (misal : erlenmeyer, tabung reaksi), 5. Sterilisasi
 Cara : tergantung jenis media

Minggu, 03 April 2011

0 komentar
Sejarah Penemuan Mikroskop

  
Istilah mikroskop berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata micron yang berarti kecil dan scopos yang artinya tujuan. Dari dua pengertian tersebut, mikroskop dapat diartikan sebagai alat yang dibuat atau dipergunakan untuk melihat secara detail obyek yang terlalu kecil apabila dilihat oleh mata telanjang dalam jarak yang dekat. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.


Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen sendiri sehari-harinya adalah seorang yang kerjanya membuat kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen mereka mambuat mikroskop pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari ukuran asli. 

Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia), untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai pencipta pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610.

Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan penemunya, yaitu mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.

Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van Leeuwenhoek (1632-1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis. Antony Van Leeuwenhoek sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-seratpada kain. Tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi.
Leewenhoek mwnggunakan mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut danmengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi. 

Bila Di Eropa, mikroskop sudah dikenal sejak abad ke-17 dan digunakan untuk melihat binatang-binatang sejenis mikroba. Menariknya, orang Jepang senang menggunakannya untuk mengamati serangga berukuran kecil, dan hasilnya berupa buku-buku berisi pemerian tentang serangga secara mendetail.

Mikroskop Cahaya

Keterbatasan pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang disebut eyepiece, sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Pada perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus, cermin atau sumber pencahayaan lain, penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain, yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM).

LM modern mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1.000 kali dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0,0002 mm (disebut daya resolusi 0,0002 mm). Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0,2 mm. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya, meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan. 
Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang digunakan untuk pengamatan. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan, kemudian ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak), resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Hal ini belum memuaskan peneliti pada masa itu, sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan.

 Mikroskop Elektron

Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya.

Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932 mikroskop elektron semakian berkembang lagi. Sebagaimana namanya, mikroskop elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya. Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik. Mikroskop electron mampu pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.

Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik. Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat ruang pengamatan obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa terhindarkan.

Dengan mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran lebih dari 10.000x, kita dapat melihat objek mikroskop dengan lebih detail. Perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan di bidang biologi, seperti penemuan sel, bakteri, dan partikel mikroskopis yang akan dipelajari berikut yaitu virus. Penemuan virus melalui perjalanan panjang dan melibatkan penelitian dari banyak ilmuwan.

Mikroskop Elektron Mode Scanning

Ada 2 jenis mikroskop elektron yang biasa digunakan, yaitu:
1. Transmission Electron Microscopy (TEM)

dikembangkan pertama kali oleh Ernst Ruska dan Max Knoll, 2 peneliti dari Jerman pada tahun 1932. Saat itu, Ernst Ruska masih sebagai seorang mahasiswa doktor dan Max Knoll adalah dosen pembimbingnya. Karena hasil penemuan yang mengejutkan dunia tersebut, Ernst Ruska mendapat penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1986. Sebagaimana namanya, TEM bekerja dengan prinsip menembakkan elektron ke lapisan tipis sampel, yang selanjutnya informasi tentang komposisi struktur dalam sample tersebut dapat terdeteksi dari analisis sifat tumbukan, pantulan maupun fase sinar elektron yang menembus lapisan tipis tersebut. Dari sifat pantulan sinar elektron tersebut juga bisa diketahui struktur kristal maupun arah dari struktur kristal tersebut. Bahkan dari analisa lebih detail, bisa diketahui deretan struktur atom dan ada tidaknya cacat (defect) pada struktur tersebut. Hanya perlu diketahui, untuk observasi TEM ini, sample perlu ditipiskan sampai ketebalan lebih tipis dari 100 nanometer. Dan ini bukanlah pekerjaan yang mudah, perlu keahlian dan alat secara khusus. Obyek yang tidak bisa ditipiskan sampai order tersebut sulit diproses oleh TEM ini. Dalam pembuatan divais elektronika, TEM sering digunakan untuk mengamati penampang/irisan divais, berikut sifat kristal yang ada pada divais tersebut. Dalam kondisi lain, TEM juga digunakan untuk mengamati irisan permukaan dari sebuah divais.

2. Scanning Electron Microscopy (SEM). 

Tidak jauh dari lahirnya TEM, SEM dikembangkan pertama kali tahun 1938 oleh Manfred von Ardenne (ilmuwan Jerman). Konsep dasar dari SEM ini sebenarnya disampaikan oleh Max Knoll (penemu TEM) pada tahun 1935. SEM bekerja berdasarkan prinsip scan sinar elektron pada permukaan sampel, yang selanjutnya informasi yang didapatkan diubah menjadi gambar. Imajinasi mudahnya gambar yang didapat mirip sebagaimana gambar pada televisi.

Cara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut discan dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.

Demikian, SEM mempunyai resolusi tinggi dan familiar untuk mengamati obyek benda berukuran nano meter. Meskipun demikian, resolusi tinggi tersebut didapatkan untuk scan dalam arah horizontal, sedangkan scan secara vertikal (tinggi rendahnya struktur) resolusinya rendah. Ini merupakan kelemahan SEM yang belum diketahui pemecahannya. Namun demikian, sejak sekitar tahun 1970-an, telah dikembangkan mikroskop baru yang mempunyai resolusi tinggi baik secara horizontal maupun secara vertikal, yang dikenal dengan "scanning probe microscopy (SPM)". SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda dari SEM maupun TEM dan merupakan generasi baru dari tipe mikroskop scan. Mikroskop yang sekarang dikenal mempunyai tipe ini adalah scanning tunneling microscope (STM), atomic force microscope (AFM) dan scanning near-field optical microscope (SNOM). Mikroskop tipe ini banyak digunakan dalam riset teknologi nano "

Mikroskop dan Teknologi Nano

Sejak sekitar tahun 1970-an, telah dikembangkan mikroskop baru yang mempunyai resolusi tinggi baik secara horizontal maupun secara vertikal, yang dikenal dengan “scanning probe microscopy (SPM)”. SPM mempunyai prinsip kerja yang berbeda dari SEM maupun TEM dan merupakan generasi baru dari tipe mikroskop scan. Mikroskop yang sekarang dikenal mempunyai tipe ini adalah scanning tunneling microscope (STM), atomic force microscope (AFM) dan scanning near-field optical microscope (SNOM).

Sampai hari ini telah berhasil dikembangkan mikroskop dengan teknologi nano. Yaitu teknologi yang berbasis pada struktur benda berukuran nano meter. Satu nano meter = sepermilyar meter). Tentu yang dimaksud di sini bukanlah mikroskop biasa, tetapi mikroskop yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi untuk melihat struktur berukuran nano meter.

Senin, 12 April 2010

0 komentar


AZAS-AZAS EKOLOGI
I. PENDAHULUAN
Alam sekitar merupakan anugerah yang luar biasa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada manusia agar mereka bisa memanfaatkannya kelangsungan hidup manusia di bumi. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :

“ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu,... “(Q.S. Al-Baqarah : 29)
Kekayaan alam sekitar kita ini, merupakan warisan yang perlu kita lestarikan demi kelangsungan hidup organisme-organisme yang ada didalamnya. Akibat ulah tangan manusia yang merusak alam sekitar telah menimbulkan masalah lingkungan yang akan berdampak musnahnya organisme yang menempati suatu wilayah tersebut.
disebutkan dlam Al-Qur'an yang artinya :
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Q.S. Ar-Ruum : 41)
Untuk itu, Mata Kuliah Ekologi Lingkungan diberikan agar Mahasiswa mampu menumbuhkan rasa kepedulian terhadap alam yang semakin rusak dan tetap menjaga kelestarian alam sekitar.


II. RUMUSAN MASALAH
A. Apakah Pengertian Ekologi itu ?
B. Apasaja Ruang Lingkup dari Ekologi ?
C. Apa Azas - Azas dari Ekologi ?
D. Bagaimana Hubungan Interaksi Antar Komponen Ekologi ?

III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekologi
Inti permasalahan makhluk hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekologi. Oleh karena itu, permasalahan lingkungan hidup pada hakekatnya adalah permasalahan ekologi.
Istilah Ekologi pertama kali di perkenalkan oleh Ernest Heckel yakni seorang Biologi dari Jerman. Istilah Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos yang berarti rumah atau tempat tinggal, dan logos yang berarti ilmu.oleh karena itu secara harfiah ekologi berarti ilmu tentang makhluk hidup dalam rumahnya atau secara harfiah bisa dikatakan ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup.



Konsep lingkaran ekonomi dan ekologi
Ekologi dan ekonomi mempunyai persamaan, yaitu sama-sama mempunyai alat transaksi. Dalam ekonomi alat transaksinya adalah uang, sedangkan ekologi menggunakan materi, energi, dan informasi.
Menurut Soerinegara, Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan. Sedangkan menurut Irwan, Ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan organisme dengan lingkungan.
B. Ruang Lingkup dari Ekologi
Dalam kajian pembelajarannya, ekologi mempunyai beberapa ruang lingkup yang meliputi:
1. Individu
Indivudu merupakan organisme tunggal.. seperti, seekor tikus, seorang manusia.
2. Populasi
Populasi adalah sekumpulan dari individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu.misalnya, populasi padi di sawah, populasi ikan di dalam kolam dsb.
3. Komunitas
Komunitas adalah kumpulan dari berbagai populasi yang saling berinteraksi pada tempat dan waktu yang sama.misalnya, komunitas sawah,.
4. Ekosistem
Ekosistem adalah kumpulan beberapa komunitas beserta lingkungan biotik dan lingkungan abiotik yang ada didalamnya.
5. Biosfer
Biosfer adalah kesatuan dari berbagai ekosistem, meliputi semua organisme dan lingkungannya yang berinteraksi untuk kelangsungan sistem pendayagunaan energi dan daur ulang materi.
C. Azas – Azas Ekologi
Komponen atau azas penyusun ekologi terdiri dari dua macam komponen yaitu :
1. Komponen Biotik
Yaitu komponen yang berupa makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam sebuah ekosistem tumbuhan berperan sebagai produsen dan hewan sebagai konsumen.
2. Komponen Abiotik
Yaitu komponen yang tak hidup, yang meliputi faktor fisik dan kimia. Seperti suhu, sinar matahari, air, tanah, ketinggian, angin, dsb.
D. Interaksi Antar Komponen.
1. Interaksi Antar Organisme
Semua makhluk hidup selalu bergantung pada makhluk hidup yang lain, baik dengan individu sejenis, populasi maupun dengan suatu koomunitas. Interaksi antar organisme meliputi:
a. Netral adalah hubungan yang tidak saling menggaggu atau mempengaruhi satu sama lain. Contoh: ayam dengan sapi, tikus dengan serangga.
b. Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa. Contoh: singa dengan kijang, kucing dengan tikus.
c. Parasitisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang hanya menguntungkan pihak lain. Contoh: Plasmodium dengan manusia.
d. Komensalisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang satu di untungkan sedangkan yang lain dirugikan. Contoh: Anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.
e. Mutualisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh: Rhizobium dengan akar kacang-kacangan.
2. Interaksi Antar Komponen Biotik Dengan Abiotik.
Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik membentuk suatu hubungan antara organisme dengan lingkungannya yang menyebabkan aliran energi dalam sistem tersebut, selain aliran energi juga terdapat keanekaragaman biotik serta siklus materi. Dengan adanya interaksi tersebut suatu ekosisitem dapat mempertahankan keseimbangannya.

IV. KESIMPULAN
Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
A. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan.
B. Ruang lingkup ekologi meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer.
C. Azas-azas ekologi terdiri dari komponen biotik dan abioatik.
D. Interaksi antar komponen meliputi interaksi antara organisme dan interaksi antara komponen biotik dan abiotik yang membentuk ekosistem agar menjadi seimbang.

V. PENUTUP
Demikian makalah ini kami buat. Kami yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami mohon saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amien.










DAFTAR PUSTAKA

• Abas, Muhammad. Panduan Belajar Biologi 1B. Jakarta: Yudistira. 2002.
• Al Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta : Departemen Agama RI.2003.
• Indriyanto. Ekologi Hutan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. 2006.
• Pratiwi. Buku Penuntun Biologi Kelas1. Jakarta: Erlangga. 1996.
• Syamsuri, Istamar. Biologi 2A Untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta; Erlangga..2004.

Jumat, 26 Februari 2010

Anatomi Tubuh Amphibia (Katak)

0 komentar


AMPHIBIA

I. TUJUAN
Untuk mengetahui alat-alat tubuh (organ viscera) pada amphibi

II. LANDASAN TEORI
Amphibi merupakan kelompok hewan dengan fase daur hidup yang berlangsung di air dan di darat. Amphibi merupakan kelompok vertebrata yang pertama keluar dari kehidupan dalam air. Amphibi mempunyai kulit yang selalu basah dan berkelenjar, berjari 4-5 atau lebih sadikit, tidak bersirip. Mata mempunyai kelopak yang dapat digerakkan, mata juga mempunyai selaput yang menutupi mata pada saat berada dalam air (disebut membran miktans).
Pada mulut terdapat gigi dan lidah yang dapat dijulurkan. Pada saat masih kecil (berudu) bernapas dengan insang. Setelah dewasa bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit. Suhu tubuh berubah-ubah sesuai dengan keadaan lingkungan (poikioterm).

Warna katak bermacam-macam dengan pola yang berlainan. Hal ini disebabkan karena adanya pigmen dalam dermis, yaitu :
1. Melanopora, berupa warna pigmen yang dapat menyebabkan warna hitam atau coklat
2. Lipopora berupa warna pigmen yang menyebabkan warna merah kuning
3. Gaunopora berupa warna pigmen yang menyebabkan warna biru hijau
Reproduksi amphibi berlangsung dengan perkawinan eksternal. Tubuhnya mempunyai sistem urogenital, artinya saluran kelamin dan saluran ekskresi bergabung menjadi satu dalam kloaka
Amphibi dibagi menjadi 3 ordo :
1. Stegoephalia
Memiliki tulang tengkorak dan tulang pipi. Kebanyakan sudah punah dan menjadi fosil. Stegoephalia yang masih hidup sampai sekarang yaitu Ichtyopsis (bentuk seperti cacing tanpa kaki)
2. Caudata
Tubuhnya dapat dibedakan antara kepala, leher dan ekor. Contohnya Cytobranchiadae (salamander yang masih hidup di sungai); Hynobidae (salamander yang hidup di daratan Asia); Megalobratrachus maximus (salamander yang biasa dimakan di Jepang)
3. Tubuh terdiri atas kepala dan leher yang menyatu. Sering tidak berleher, tidak berekor. Anggota gerak belakang (kaki belakang) lebih besar dibandingkan dengan kaki depan. Contoh Rana (katak), katak pohon (Polypedatidae), kintel (Microhylidae), katak besar (Bufomarmus)

III. ALAT DAN BAHAN

1. Katak Sawah (Bufo)
2. Alat Bedah
3. Foto Kamera atau Kamera Handphone
4. Jarum
5. Papan Sectio

IV. CARA KERJA
A. Inspectio
Membedakan bagian-bagian tubuh sebagai berikut :
1. Caput (kepala)
a. Rostrum (moncong) dengan rima oris (celah mulut)
b. Nares anteriores (lubang hidung depan)
c. Organon visus (alat penglihatan)
Bagian-bagian organon visus :
1) Palpebra superior (pelapuk mata atas)
2) Palpebra inferior (pelapuk mata bawah)
3) Membrane nictitans (selaput tipis)
4) Bulbus oculi (bola mata)
2. Membrane tympani (selaput pendengaran)
3. Cavum oris
Bagian-bagian dari cavum oris adalah:
a. Maxilla (rahang atas)
b. Mandibula (rahang bawah)
c. Palatum (langit-langit)
d. Lingua (lidah), memperhatikan bentuknya.
4. Truncus (batang badan)
5. Extremitas liberae (anggota gerak bebas), terdiri
a Extremitas anterior (anggota gerak depan)
1) Brachium (lengan atas)
2) Antebrachium (lengan bawah)
3) Manus (tangan)
4) Digiti (jari)
b Extremitas posterior (anggota gerak belakang)
1) Femur (paha)
2) Crus (tungkai bawah)
3) Pes/pedes (kaki)
4) Digiti (jari)
5) Membrane renang
B. Sectio (pembedahan)
1. Mengangkat kulit dengan menggunakan pinset, sobeklah dengan gunting.
2. Memperhatikan apakah kulit melekat pada otot dinding badan. Antara kulit dengan otot-otot dinding badan membentuk kantong lymphe yang disebut saccus lymphaticus sub cutanous (kantong limphe di bawah kulit).
3. Memotong otot-otot dinding badan mulai dari permukaan ventral ke arah caudal dan cranial, sehingga memotong tulang dada, maka akan tampak alat-alat dalam.
a. Topography (letak alat dalam yang satu terhadap yang lain)
Mencari alat-alat berikut :
1) Cor (jantung)
2) Hepar (hati), terdiri 2 bagian
• Lobus dexter (kanan)
• Lobus sinister (kiri)
3) Ventriculus (lambung) warna putih
4) Intestinum (usus)
5) Vesica urinaria (kantong kencing)
6) Pulmo (paru-paru)
7) Ovarium (khusus pada betina)
8) Testis (khusus pada jantan)
9) Ren (ginjal)
10) Lien (limpa)
b. Systema digestoria (sistem pencernaan)
1) Tractus digestivus (saluran pencernaan)
• Cavum oris (rongga mulut) dengan lingua
• Pharynx (tekak)
• Oesophagus (kerongkongan)
• Ventriculus (lambung)
• Interstinum (usus)
• Cloaca
2) Glandula digestoria (kelenjar pencernaan)
• Hepar (hati)
• Vesica fellea (kantong empedu), warna hijau
• Pancreas, warna kekuning-kuningan
c. Systema respiratoria (system pernapasan)
Pernapasan pada katak dewasa dengan pulmo dan kulit. Pernapasan menggunakan pulmo, jalan pernapasannya adalah sebagai berikut :
1) Nares anterior (lubang hidung depan)
2) Cavum nasi (rongga hidung)
3) Nares posterior (lubang hidung belakang)
4) Cavum oris (rongga mulut)
5) Larynx
6) Bronchus
7) Pulmo (paru-paru)
d. Systema urogenitalia (saluran kencing)
1) Systema uropoetica (sistem alat kencing)
• Ren (ginjal)
• Ureter
• Vasica urinaria
2) Systema genitalia (sistema alat genital)
• Feminine (betina), terdiri :
- Ovarium, sepasang dengan corpus adiposum (badan lemak) warna kuning, ovarium digantung oleh jaringan tipis mesovarium
- Oviduct (saluran telur) yang kemudian melalui uterus lalu ke kloaka
• Masculine (jantan), terdiri :
- Testis, warna purih kekuning-kuningan yang digantung oleh selaput tipis mesorchium
- Saluran-saluran halus antara lain: vasa efferentia, ductus wolffii, lalu ke kloaka.
e. Systema cardiovasculare (jantung dan pembuluhnya)
Cor (jantung), dan bagian-bagiannya :
1) Atrium, ada 2 ruangan : dextrum dan sinistrum, terletak disebelah cranial
2) Ventricel (satu ruangan), warna lebih muda
3) Truncus anterious (batang nadi) disebelah ventral cor, ke luar dari ventricel ke arah cranial
4) Sinus venosus, tampak dari sebelah dorsal cor, bagian ini masuk ke atrium dextrum
f. Systema nervosum (system saraf)
Terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi
V. DATA PENGAMATAN
A. Caput dan Truncus
Keterangan :
a. Digiti f. Rostrum k. Ante branchium
b. Membrane renang g. Mandibula
c. Pes atau pedes h. Maxilla
d. Branchium i. Crus
e. Organon visus j. Femur
B. Topography
Keterangan :
a. Hepar e. Pulmo
b. Intestinum crasum f. Ventriculus
c. Intestinum tenue g. Intestinum tenue
d. Cor e. Cloaca
VI. PEMBAHASAN
A. Stematika katak:
Phyllum : Chordata
Sub fillum :Vetebrata
Class : Amphibia
Ordo : Anura
Familia : _
Genus : _
Spesies : Rana sp
B. Sifat-sifat dan karekteristik :
1. Kulit rana licin karena mempunyai banyak kelenjar, tidak mempunyai sisik
2. Mempunyai sepasang kaki yang digunakan untuk berjalan dan berenang
3. Mempunyai dua lubang hidung, berhubungan dengan rongga mulut, membran tympani di luar, lidah tidak dijulurkan
4. Stadium larva mempunyai kehidupan aquatis dan mengalami metamorfosis.
C. Pada Caput dan Truncus
Pada caput (kepala) terdapat:
1. Organon visus
Organon visus (alat penglihatan) berfungsi sebagai indera penglihat. Mata mempunyai kelopak yang dapat digerakkan. Mata pada amphibi juga mempunyai selaput yang berfungsi untuk melindungi mata pada saat berada atau berenang di dalam air, membran tersebut disebut membrane miktans.
2. Rima oris
Pada cavum oris (rongga mulut) terdapat lingua (lidah) dan gigi. Lingua pada katak dapat dijulurkan karena berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Juga pada mulut terdapat gigi yang berfungsi untuk membunuh mangsanya.
3. Rostrum
Rostrum (moncong) pada ikan berfungsi untuk mempermudah katak berenang di dalam air.
Pada truncus
Pada truncus terdapat alat-alat gerak (extremitas liberae). Extremitas liberae terbagai menjadi dua, yaitu: extremitas anterior dan extrememitas posterior. Pada extremitas anterior terdapat tangan yang berfungsi untuk bergerak dan berenang. Pada extremitas posterior terdapat kaki yang dilengkapi dengan selaput renang yang berfungsi untuk berenang di dalam air. Selain itu extremitas posterior juga berfungsi sebagai alat gerak yaitu untuk melompat.
Kaki depan pendek/lengan terdiriatas lengan atas (branchium), antebranchium, manus, digiti 4 buah, serta mengecil. Digiti menebal (katak jantan), spesial pada musim kawin tiap extremitas posterior mempunyai femur, crus, pes dan manus serta 5 digiti yang berselaput renang (membrane renang).
D. Topography
a. Cor
Cor pada amphibi berwarna merah dalam kantong jaringan atau pericardium yang berisi dengan zat cair lymphe. Jantung berfungsi sebagai alat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
b. Pulmo
Pulmo pada amphibi jumlahnya dua, elastis, berdinding tipis. Pulmo berfungsi sebagai alat pernapasan, yaitu sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida.
c. Hepar
Hepar pada amphibi berwarna coklat, terdiri dari lobus dexter dan lobus sinester. Hati berfungsi untuk menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan. Ia juga berfungsi sebagai tempat perombakan sel darah merah yang telah tua.
d. Ventriculus
Berwarna putih, panjang, sebelah sisi kiri
e. Intestinum tenue
bentuk bulat dan berkelok-kelok
f. Intestinum crassum
Bentuk lebih besar dari pada intestinum tenue dan hitam.
g. Lien
Merah bulat. Pada kedua sisi linea middosal di atas peritonium
h. Ren yang panjang merah tua.
i. Vessica urinaria yang merupakan kantong berdinding tipis dimidiventral pada ujung posterior coelom.
j. Gonade. Betina mempunyai 2 ovarium besar, berisi banyak telur-telur kecil hitam sperik.Pada jantan ada 2 testis berbentuk kacang kecil putih.Berhubungan dengan alat-alat kelamin yaitu corpus adiposum bercabang kekuning-kuningan di atas kedua testis.
k. Rectum dan ductus dari ren dan alat-alat kelamin memasuki cloaca yang membuka.
E. Sistem digestoria
a. Tractus digestivus
1) Makanan diambil dengan mulut (cavum oris) dengan lingua. Katak tidak mempunyai glandula salivarium. Makanan berjalan melalui pharinx menuju oesophagus.
2) Makanan memasuki ventriculus yang merupakan alat untuk persediaan dan pencernaan. Membesar di bagian anterior atau ujung cardium dan memipih pada ujung posterior atau ujung pylorus.
Dinding ventriculus yang tebal terdiri atas 4 lapisan:
• Mocusa atau batas dalam dengan banyak kelenjar
• Submocusa berupa jala-jala dari jaringan pengikat yang terdiri atas darah dan saluran circulair dan longitudinal dan serabut otot halus dan saraf
• Masculus dengan bundel-bundel circulait dan longitudinal dari serabut-serabut otot halus.
• Serosa atau penutup luar yang berupa peritoneum
3) Kontraksi otot dari dinding ventriculus memeras makanan menjadi paertikel-partikel yang lebih kecil dan mencampurkan getah makanan.
4) Intestinum merupakan saluran berbentuk silinder panjang, berlingkar-lingkar, sebagai tempat pencernaan
F. Sistem respiratoria
Pernapasan pada amphibi mengunakan insang pada saat berudu. Tetapi setelah dewasa insang menghilang dan bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
Adapun jalan pernapasan pada amphibi adalah sebagai berikut :
1. Mula-mula udara masuk melaui lubang hidung kemudian masuk ke dalam rongga hidung.
2. Kemudian masuk ke nares posterior kemudian masuk ke cavum oris (rongga mulut).
3. Kemudian ke larynx terus ke bronchus dan selanjutnya ke pulmo. Di dalam pulmo terjadi pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida.
G. Sistem cardiovasculare
Jantung pada amphibi terdiri atas dua serambi dan satu bilik. Darahnya tidak berwarna dengan eritrosit berbentuk oval dan berinti. Amphibi termasuk hewan berdarah dingin.

VII. KESIMPULAN
Katak mempunyai sepasang alat gerak yang digunakan untuk berenang, berjalan dan meompat. Extremitas anterior lebih pendek . terdiri atas empat jari. Sedangkan pada extremitas psterior lebih panjang dan besar. Terdiri atas lima buah jari. Juga terdapat membran renang yang berfungsi untuk membantu berenang di dalam air.
Sistem siekulasi pada katak berbeda dengan pisces karena cor pada katak sudah terbagi menjadi 3 ruangan, yaitu 2 atrium dan 1 ventrkel. Sistem respiras pada katak dewasa bernapas dengan menggunkan paru-paru dan kulit, sedangkan pada saat masih dalam bentuk kecebong menggunakan insang.
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Sistem urogenitalia terdiri atas sistem genitalia dan sistem uropoetica. Katak betina mempunyai ovarium, telur berwarna hitam. Pembuahan terjadi secara eksternal, yaitu berada di luar tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

 Pratiwi, dkk.2004. Buku Panduan Biologi SMA jilid 2 untuk kelas XI. Jakarta ; Erlangga.
 Sukiya. 2001. Biologi Verterbrata. Yogyakarta : Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
 Syamsuri, Iskandar.2004.Biologi 2A untuk SMA kelas XI semester 1.Jakarta; Erlangga.
 Winarni, susi.2009 Diklat Anatomi Hewan.Semarang;IAIN Walisongo Semarang.

Kamis, 25 Februari 2010

Anatomi Tubuh Pisces (Ikan)

0 komentar


PISCES


I. TUJUAN
Untuk mengetahui alat-alat tubuh (organ viscera) pada ikan.

II. LANDASAN TEORI
Pisces (ikan) sebagai salah satu class dari vertebrata hidup di daerah peraiaran, baik air tawar, payau maupun air asin. Penyebarannya sangat luas sampai pada tempat yang sangat gelap. Korda masih dijumpai pada saat embrional, kemudian berangsur-angsur diganti dengan vertebra. Pisces dapat dikelompokkan menjadi dua sub kelas, yaitu Chondrichtyes dan sub class Osteichtyes.
Pada mulut ikan terdapat gigi dan lidah, pada dasar mulut ikan terdapat lidah yang pendek dan tidak dapat digerakkan.

Pada ikan mas hanya terdapat 1 kelenjar pencernaan yang disebut hepato pankreas, yaitu kelenjar yang dibangun oleh sel-sel kelenjar hati dan sel-sel kelenjar pankreas yang telah bersatu. Pada ikan mas juga terdapat kantong empedu, yang berfungsi untung, yang berfungsi untk menampung empedu yang dihasilkan oleh sel-sel hati.
1. Sub Class Chondrichtyes
Disebut juga ikan bertulang rawan, karena skeletonnya tersusun dari tulang-tulang rawan atau cartilago. Tidak mempunyai gelembung renang
Ada 3 ordo yang termasuk Chondrichtyes, yaitu :
a. Ordo Cladoselachii
Pada rahangnya jelas kelihatan celah insang. Siripnya tumbuh khas pada tubuhnya sehingga menimbulkan tentang teori asal-usul gerak.
b. Ordo Elasmobranchii
Karakteristik pada ordo ini adalah sisiknya placoid. Tipe ekor heterocercal. Mulut terletak di ventral. Alat kelamin jantan merupakan modifikasi dari sirip pelvic dinamakan clasper. Contohnya ikan Hiu dan ikan Pari.
c. Ordo Holocephalii
Karakteristik pada ordo ini adalah rahang atas ikan ini tidak dapat bergerak karena berfungsi dengan cranium. Contoh ikan Chimaera
2. Sub Class Osteichtyes.
Disebut juga ikan tulang sejati. Insang tertutup oleh operkulum. Selalu ada gelembung renang dan tidak terdapat clasper.
Ada 3 ordo yang termasuk Osteichtyes
a. Ordo Crossopterygii
b. Ordo Dipnoi
Disebut juga ikan paru, karena mempunyai dua cara bernafas dengan menggunakan insang dan kedua dengan menggunakan paru-paru yang merupakan modifikasi dari gelembung udara. Contoh : Neoceratodus (Australia)
c. Ordo Actnopterygii

III. ALAT DAN BAHAN
1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
2. Alat Bedah
3. Foto Kamera atau Kamera Handphone
4. Papan Sectio
5. Jarum

IV. CARA KERJA
A. Inspectio (pengamatan)
Meletakkan preparat pada papan sectio sehingga sisi kiri menghadap praktikan.
Membedah bagian-bagian berikut:
1. Caput (kepala), mencari bagian-bagian berikut:
a. Rima oris (celah mulut)
b. Fovea nasalis (cekung hidung)
c. Organon visus (alat penglihatan)
d. Apparatus opercularis (tutup insang)
2. Truncus (batang tubuh), memperhatikan bagian-bagian berikut :
a. Squama
b. Memperhatikan dari mana dan ke mana arah (linea lateralis) gurat sisi
c. Pinnae (sirip-sirip)
1) Pinnae dorsalis (sirip punggung)
2) Pinnae caudalis (sirip ekor)
3) Pinnae pectoral/ thoracales (sirip dada)
4) Pinnae abdominale (sirip perut)
5) Pinnae analis (sirip belakang)
3. Memperhatikan dan menggambar bentuk pinna caudalis termasuk tipenya. (ekor)
B. Sectio (pembedahan)
1. Mematikan preparat dengan menusuk medulla oblongata (sumsum penyambung) menggunakan jarum.
2. Meletakkan seperti posisi semula
3. Memotong dinding badan sebelah kiri mulai daerah anus dorsal kemudian ke cranial sampai pada apparatus opercularis.
4. Pada daerah ventral dari anus ke arah cranial sampai pada aparatus opercularis
5. Memotong jaringan-jaringan pada daerah operculum sehingga dinding badan sebelah kiri bisa diangkat, kemudian membersihkannya dengan menggunakan kapas, sehingga organ viscera (alat dalam) dapat diamati.
a. Topografi (letak alat dalam yang satu dengan yang lain)
Memperhatikan bagian-bagian berikut:
1) Pneumatocyst (gelembung renang), warna putih
2) Branchia (insang)
3) Gonade (kelenjar kelamin), pada jantan berwarna putih kompak, pada betina seperti agar-agar
4) Ventriculus (lambung)
5) Hepar (hati)
6) Vesica fellea (kantong empedu)
7) Lien (limpa)
b. Systema digestoria (sistem pencernaan)
1) Tractus digestivus (saluran pencernaan)
• Cavum oris (rongga mulut)
• Pharynk (tekak)
• Oesophagus (kerongkongan)
• Ventriculus (lambung)
• Intestinum (usus)
2) Glandula digestoria (kelenjar pencernaan)
• Hepar (hati)
• Pancreas (tidak tampak)
• Vesica fellea (kantong empedu)
c. Systema urogenitalia, terdiri:
1) Systema genitalia
• Masculine (jantan) : gonade (kelenjar kelamin) disebut testis, bermuara ke porus genitalia (lubang genitalia)
• Feminine (betina) : gonade disebut ovarium, berwarna seperti agar-agar, bermuara ke porus genitalia
2) Systema uropoetica
• Ren (ginjal)
• Ureter (saluran dari ren)
• Vesica urinaria (kantong kencing)
d. Systema cardiovasculare (jantung dan pembuluh-pembuluhnya), yang perlu diperhatikan :
1) Cor (jantung) dan bagian-bagiannya :
• Sinus venosus (tipis berwarna merah)
• Atrium (serambi)
• Ventrikel (bilik)
• Bulbus anterious (tebal, warna putih)
e. Systema respiratoria, berupa insang, bagian-bagiannya:
1) Arcus branchialis (lengkung aorta)
2) Hemi branchia (lembaran insang)
3) Holo branchia
4) Gill rackers
V. DATA PENGAMATAN
A. Caput dan truncus
a. Pinnae dorsalis f. Organon visus
b. Pinnae caudalis g. Apparatus opercularis
c. Pinnae pectoral h. Fovea nasalis
d. Pinnae abdominale i. Rima oris
e. Pinnae analis j. Squama
B. Saluran penapasan
Keterangan :
a. Cavum oris
b. Pharynx
c. Hemi branchia
d. Apparatus opercularis
C. Topography
Keterangan :
a. Cor
b. Gelembung udara
c. Ventriculus
d. Hepar
e. Intestinum
VI. PEMBAHASAN
Seperti yang sudah dijelaskan pada landasan teori sebelumnya, bahwa sistem pencernaan pada ikan terdiri atas saluran pencernaan dan kelnjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulu, tekak, kerongkongan, lambung, dan anus.
Pada mulut ikan terdiri dari gigi dan lidah. Gigi-gigi ikan kecil dan runcing, tumbuh pada rahang atas maupun bawah. Pada dasar mulut ikan terdapat lidah yang pendek dan tak dapat digerakkan. Lidah ikan merupakan lapisan dasar mulut. Makanan yang masuk ke mulut langsung masuk ke lambung.
A. Caput dan truncus
Pada caput terdapat rima oris (celah mulut). Mulut terdiri dari maxilla dan mandibulla. Mulut berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa dan sebagai alat masuknya air untuk mengambil oksigen dari air. Selain itu pada caput juga terdapat organon visus, yaitu mata. Mata berfungsi sebagai alat penglihatan.
Pada truncus terdapat banyak sirip. Sirip berfungsi sebagai alat gerak. Selain itu sirip juga berfungsi sebagai alat ntuk melindungi diri dari musuh. Jika ada musuh maka ikan akan menaikkan atau menegakkan siripnya agar musuh takut atau berfungsi untuk menyerang musuh. Pada truncus juga terdapat squama (sisik) yang berfungsi untuk melindungi diri dari gangguan luar dan untuk menjaga suhu tubuh.
B. Saluran pernapasan
Alat-alat pernapasan pada ikan adalah mulut dan insang.
Insang pada ikan tersusun atas bagian-bagian sebagai berikut :
1. Tutup insang (operculum), berfungsi melindungi kepala dan mengatur mekanisme aliran air sewaktu bernapas.
2. Selaput tipis di pinggiran operculum (membrane brankiostega), berfungsi sebagai klep atau katup pada saat air masuk ke dalam rongga mulut.
3. Lengkung insang (arkus branchialis). Tumbuh pada rigi-rigi yang berguna untuk menyaring air pernapasan yang melaui insang.
4. Lemabaran (filamen) insang (hologbranchialis), berwarna kemerahan, tersusun atas jaringan lunak berbentuk sisir.
5. Saringan insang (tapis insang), berfungsi untuk menjaga agar tidak ada benda-benda asing yang masuk ke dalam rongga insang.
Adapun mekanisme pernapasan pada ikan adalah sebagai berikut :
Pada waktu insang mengembang, membrane brankiostage menempel pada tubuh, sehigga air masuk melalui mulut. Sebaliknya jika mulut ditutup, tutup insang mengempis, rongga faring menyempit dan membrane brankiostage melonggar sehingga air keluar melalui celah dari tutup insang.
C. Tophography
Alat-alat dalam pada pisces diantaranya adalah
1. Cor (jantung), berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh
2. Gelembung udara, berfungsi sebagai alat pernapasan saat berenang
3. Ventriculus, berfungsi sebagai alat menampung makanan sementara, atau tempat mencerna makanan secara kimiawi, dimana di dalam vebtriculus makanan akan di cerna lebih lanjut.
4. Hepar (hati), berfungi sebagai tempat menawarkan racun dan merombak sel-sel darah merah.
5. Intestinum (usus), usus terbagi mejadi dua bagian, yaitu usus halus dan usus besar. Usus halus berfungsi sebagai tempat penyaringan sari-sari makanan. Sedangkan pada usus besar berfungsi untuk menyerap air dan garam-garam mineral yang masih dibutuhkan dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan feses sementara.

VII. KESIMPULAN
Pada caput terdapat rima oris (celah mulut). Mulut terdiri dari maxilla dan mandibulla. Mulut berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa dan sebagai alat masuknya air untuk mengambil oksigen dari air. Selain itu pada caput juga terdapat organon visus, yaitu mata. Mata berfungsi sebagai alat penglihatan.
Pada truncus terdapat banyak sirip. Sirip berfungsi sebagai alat gerak. Selain itu sirip juga berfungsi sebagai alat ntuk melindungi diri dari musuh. Jika ada musuh maka ikan akan menaikkan atau menegakkan siripnya agar musuh takut atau berfungsi untuk menyerang musuh. Pada truncus juga terdapat squama (sisik) yang berfungsi untuk melindungi diri dari gangguan luar dan untuk menjaga suhu tubuh.
Alat-alat pernapasan pada ikan adalah mulut dan insang. Adapun mekanisme pernapasan pada ikan adalah sebagai berikut: Pada waktu insang mengembang, membrane brankiostage menempel pada tubuh, sehigga air masuk melalui mulut. Sebaliknya jika mulut ditutup, tutup insang mengempis, rongga faring menyempit dan membrane brankiostage melonggar sehingga air keluar melalui celah dari tutup insang.
Alat-alat dalam pada pisces diantaranya adalah Cor (jantung), berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Gelembung udara, berfungsi sebagai alat pernapasan saat berenang. Ventriculus, berfungsi sebagai alat menampung makanan sementara, atau tempat mencerna makanan secara kimiawi, dimana di dalam vebtriculus makanan akan di cerna lebih lanjut. Hepar (hati), berfungi sebagai tempat menawarkan racun dan merombak sel-sel darah merah. Intestinum (usus), usus terbagi mejadi dua bagian, yaitu usus halus dan usus besar.

DAFTAR PUSTAKA


 Pratiwi, dkk.2004. Buku Panduan Biologi SMA jilid 2 untuk kelas XI. Jakarta ; Erlangga.
 Sukiya. 2001. Biologi Verterbrata. Yogyakarta : Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
 Syamsuri, Iskandar.2004.Biologi 2A untuk SMA kelas XI semester 1.Jakarta; Erlangga.
 Winarni, susi.2009 Diklat Anatomi Hewan.Semarang;IAIN Walisongo Semarang.

Senin, 25 Januari 2010

Pengen Kaya??? Lihat Tips-Tips Berikut,,,

0 komentar

Tips menjadi orang kaya,,
Sudah menjadi hal yang lazim dalam kehidupan kita kalau mendengar kata kaya, pasti yang terlintas di benak kita adalah bagaimana menjadi orang yang kaya. untuk itu, penulis punya tips yang agak narso tapi jitu untuk menjadi orang kaya. ini merupakan hasil dari penelitian, pengalaman, maupun dari wejangan-wejangan dari orang yang lebih tua.
ini dia tips-tipsnnya:
  • 1. jadilah orang yang punya wajah keren.
  • 2. jadilah orang yang mempunyai suara yang bagus
  • 3. jadilah anak tunggal orang yang kaya
  • 4. menikahlah dengan anak orang yang kaya
  • 5. jika sudah kepepet atau terpaksa, menikahlah dengan janda atau duda yang sudah tua dan kaya


  • anda butuh penjelasan ??
    mari kita uraikan per item.
    pertama, dengan mempunyai wajah yang keren, maka duit akan gampang mengalir ke pelukan kita. buktinya kita lihat dulu para artis yang mempunyai wajah keren (keren tak harus ganteng lho), yach minimal jadi model iklan atau cover majalah gitu.
    kedua, mempunyai suara yang bagus, dengan modal suara yang bagus, gampanglah buat kita mencari yang namanya rupiah, yang penting bisa memanage yang sedemikian rupa agar dapat menjadi penghasilan yang memuaskan.
    ketiga, menjadi anak tunggal orang yang kaya, disini sudah tidak dapat dipungkiri lagi, karena hanya ada satu anak otomatis semua warisan akan jatuh ke tangan satu orang.
    keempat, menikah dengan anak orang kaya, demikian juga dengan yang ini, bapak atau ibu mertua tidak akan membiarkan anak menantunya terlantar begitu saja.
    kelima, wah kalau yang ini sudah ga asing lagi, so ga perlu di kupas lagi secara tajam.
    jadi anda masuk yang kriteria yang mana??
    Belum masuk kriteria sama sekali? TENANG, ada solusinya, yaitu dengan berbuat baik dengan akhlakul karimah kepada semua yang kita jumpai, any where, every where,,!!

    Sabtu, 23 Januari 2010

    Integrasi Nasional, Apaan ya...??

    0 komentar

    Pengertian Integrasi Nasional
    Menurut kamus bahasa Indonesia integrasi adalah penyatuan supaya menjadi bulat atau menjadi utuh,dan nasional adalah yang berkenaan dengan atau berasal dari bangsa sendiri, kebangsaan, dari 2 pengertian itu dapat diambil kesimpulan bahwa integrasi nasional adalah penyatuan suatu bangsa agar menjadi bangsa yang utuh.
    Istilah integrasi nasional yang dikemukakan oleh ahli ilmu politik masih bervariasi dari kalangan sarjana sendiri misalnya, mereka cenderung menyukai terminologi lainnya seperti integrasi politik daripada istilah intgrasi nasional ada beberapa konsep tentang integrasi nasional yang dikemukakan para ahli.
    konsep-konsep tersebut diantaranya :
    1. Jones J. Cleman dan Carl G. Roberg
    Teorinya banyak dipakai oleh para peminat teori modernisasi yang di gunakan untuk memahami permasalahan integrasi nasional di negara–negara berkambang pada masa itu.
    Menurut Cogman & Roberg proses pemerintahan bagian suatu negara tak ada 2 dimensi :
    a. Intgarasi vertical (elite-massa )
    Integrasi ini mencakup masalah–masalah yang ada pada bidang vertikal. menjebatani celah perbedaan yang menyakini ada antara kaum elite dan massa dalam rangka pengembangan suatu proses politik terpadu dan masyarakat politik yang berpartisipasi, mereka menamakan dengan dimensi vertikal ini sebagai integrasi politik.
    b. Integrasi horizontal ( teritorial )
    Integrasi ini mencakup masalah–masalah yang ada pada bidang horizontal. bertujuan untuk mengurangi diskonitalitas dan ketegangan kultur kedaerahan dalam rangka proses penciptaan suatu masyarakat politik yang homogen.
    2. Rupert Emerson dan Kh. Silvert
    Para sarjana – sarjana ini memahami integrasi nasional dalam arti yang sama dengan integrasi teritorial dari Colemen dan Rosberg.
    3. Myron Weiner
    Weiner merupakan seorang ilmuan politik amerika serikat. Dia telah mengumpulkan sejumlah pengertian integrasi yang sering dipergunakan oleh para ilmuan uraiannya itu, ia mengidentifikasi dengan jelas masalah- masalah yang tercakup dalam setiap pengertian yang pernah dipergunakan oleh para sarjana sampai pertengahan 1960-an. Dari studi ini, Weiner menampilkan beberapa pengertian integrasi lain yang lebih bermanfaat umum, seperti integrasi nilai, integrasi tingkah laku dan integrasi budaya.
    Menurut Weiner, masalah integrasi nasional tidak hanya meliputi masalah teritorial dan perbedaan elit-massa saja melainkan lebih luas lagi. Luasnya masalah yang di cakup oleh pengertian integrasi tidaklah terbatas sebab masalah yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat dan sistem politik. Akan tetapi keterbatasan ini antara lain disebabkan oleh kenyataan bahwa masalah integrasi dapat tumbuh secar berantai.
    Dalam realita politik sering kita temukan bahwa pemecahan terhadap suatau persoalan justru dapat menimbulkan masalah integrasi yang lain. Secara emplisit, weiner memasukkan berbagai bentuk atau jenis integrasi ke dalam suatau kategori. Secara emplisit pula disebutnya sebagai integrasi politik. Jadi, tanpa memisahkan dimensi vertikal dan horizontal, Weiner memandang integrasi politik sebagai suatu konsep yang setara dengan konsep integrasi namonal dari Colemar dan Rosberg.
    4. Claude Alce
    Dia dengan tegas menolak terminologi integrasi nasional dan lebih menyukai istilah integrasi politik. Menurut sarjana kelahiran Nigeria ini, istilah bangsa ( nation ) yang menjadi akar kata nasinal itu, secara normatik sudah mengandung makna kelompok manusia yang sudah sangat terpadu. Dengan demikian, istilah “ bangsa “ sudah dengan sendirinya merujuk pada integrasi karena komponen-komponennya memang sudah terintegrasi.
    Konsep integrasi politik ( elite-massa ) dan integrasi territorial seperti yang dikemukakan Rosberg, Colamen, dan pakar-pakar yang lain terlalu memuratkan diri pada arah dan tujuan integrasi. Kajiannya lebih terfokus pada faktor apa yang diintegrasikan dalam proses perpaduan itu.
     

    Coolleeach Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template